News @ NEUC

You Hou, BKPBT DIY Teruskan Kerja Sama Dengan New Era College Malaysia

2015-04-11
 
Ketua Perhimpunan Fu Qing Jogja Jimmy Sutanto (lima dari kiri) dan Ketua Paguyuban Warga Tionghoa Jogja Muwardi (empat dari kanan) saat mengantar ketujuh mahasiswa asal Malaysia di Bandara Adisucipto, Jogja. (JIBI/Harian Jogja/dok. Fu Qing Jogja)  

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak tujuh mahasiswa dari New Era College Malaysia kembali ke negeri asalnya, Sabtu (4/4/2015). Sebelumnya, mereka melakukan praktik mengajar bahasa Mandarin di sejumlah sekolah di DIY.

Ketua Perhimpunan Fu Qing Jogja Jimmy Sutanto menjelaskan, ketujuh mahasiswa tersebut berada di DIY selama dua bulan. Selain di SD Budi Utama, ketujuh mahasiswa tersebut juga mengajar bahasa Mandarin di SD Mutiara Persada dan Talang Kudus.

“Semuanya di wilayah DIY,” ujar Jimmy kepada Harianjogja.com, Rabu (8/4/2015).

Ditambahkan Sekjen Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY Nicodemus Sanny, keberadaan ketujuh mahasiswa tersebut untuk menunaikan tugas dari kampus. Baik New Era College Malaysia maupun BKPBT, sambungnya, memiliki kerjasama terkait program mengajar bahasa Mandari di Indonesia.

“Selain di Jogja, kami juga ada di Jakarta. Kerjasama ini merupakan tahun keempat yang kami laksanakan,” jelas Sanny.

Menurut Sanny, kedatangan mahasiswa asal Malaysia untuk mengajar bahasa Mandarin, bukan tanpa alasan. Pihaknya ingin memberikan pengalaman berharga bagi para siswa di Jogja. Pasalnya, ketujuh mahasiswa tersebut merupakan warga asli yang sehari-hari menggunakan bahasa Mandarin.

“Jadi kami menghadirkan pengajar bahasa Mandarin langsung. Ini keunikannya,” katanya.

Dia menambahkan, di Malaysia bahasa Mandarin merupakan satu dari tiga bahasa resmi Malaysia. Selain itu, ada bahasa Melayu dan Tamil.

“Ibarat anak-anak belajar bahasa Inggris, kami mendatangkan pengajar dari Australia. Jadi, dealeknya unik dan ini memberi pengalaman berharga bagi siswa,” tukasnya.

Untuk memberi kesan mendalam, pihaknya menyerahkan kenang-kenangan berupa wayang Indonesia kepada masing-masing mahasiswa tersebut.

“Ke depan, kerjasama ini akan tetap berlanjut. Kami masih melihat alokasi jumlah mahasiswa yang dikirim,” tutur Sanny.


(Harian Jogja) 2015.04.11